Dapatkan dukungan yang Anda butuhkan untuk sukses dengan Mertani. Jelajahi pusat bantuan kami, kontak kami, atau telusuri dokumentasi kami untuk menemukan jawaban dengan cepat.Documentation Index
Fetch the complete documentation index at: https://test-docs.mertani.com/llms.txt
Use this file to discover all available pages before exploring further.
Open API
Support Mertani
Frequently Asked Questions
Find answers to common questions about Mertani dashboard appAPI Technical Specifications
Metode otentikasi apa saja yang didukung?
Metode otentikasi apa saja yang didukung?
api_keyberfungsi sebagai usernamesecret_keyberfungsi sebagai password- Authentication bersifat stateless (tidak menggunakan session atau token)
- Gunakan HTTPS di semua request
- Jangan expose API key di frontend
- Simpan credential di environment variables
Bagaimana batas frekuensi / rate limit dihitung?
Bagaimana batas frekuensi / rate limit dihitung?
- Request berulang dalam waktu singkat dapat dibatasi
- Polling berlebihan dapat menyebabkan throttling
- Beban tinggi dari satu API key dapat memicu pembatasan sementara
- Gunakan interval request sesuai interval device (misalnya 1 jam)
- Hindari polling setiap detik
- Gunakan caching di sisi client
Endpoint API apa saja yang tersedia?
Endpoint API apa saja yang tersedia?
- Mendapatkan daftar device
- Informasi detail device
- Data sensor terbaru
- Data historis berdasarkan timestamp
GET /devicesGET /devices/{id}
Format apa saja yang didukung?
Format apa saja yang didukung?
- Header: JSON / HTTP standard
- Authentication: Basic Auth
- Format utama: JSON
- Encoding: UTF-8
- Timestamp: ISO 8601 / Unix timestamp (tergantung endpoint)
- Ringan dan mudah diparse
- Kompatibel dengan hampir semua bahasa pemrograman
- Ideal untuk REST API
Apakah API ini bersifat real-time?
Apakah API ini bersifat real-time?
- Umumnya interval:
1 jamsekali - API hanya menyajikan data yang sudah tersimpan di database
- Gunakan Webhook API (push-based)
- Atau lakukan polling dengan interval yang disesuaikan
Apakah saya dapat mengakses perangkat secara langsung?
Apakah saya dapat mengakses perangkat secara langsung?
Tidak.Arsitektur Mertani bersifat decoupled, sehingga:- Client tidak pernah berkomunikasi langsung dengan device
- Semua akses harus melalui API
- Data diambil dari database, bukan dari perangkat secara live
- Keamanan sistem
- Konsistensi data
- Skalabilitas
Bagaimana konsistensi data dijamin?
Bagaimana konsistensi data dijamin?
- Validasi device
- Validasi format data
- Normalisasi
- Penyimpanan ke database
timestamp dari device sebagai referensi utama.Namun:- Delay dapat terjadi jika jaringan tidak stabil
- Data duplikat bisa terjadi jika device retry
Apa yang terjadi jika permintaan saya gagal?
Apa yang terjadi jika permintaan saya gagal?
- 200 → Success
- 400 → Bad request
- 401 → Unauthorized
- 403 → Forbidden
- 500 → Server error
- Implementasikan retry mechanism
- Logging error response
- Validasi request sebelum dikirim
Kapan sebaiknya saya menggunakan REST API dan kapan Webhook?
Kapan sebaiknya saya menggunakan REST API dan kapan Webhook?
- Membutuhkan data historis
- Membangun dashboard
- Kontrol penuh terhadap request
- Membutuhkan data real-time
- Ingin sistem event-driven
- Menghindari polling
Data tidak muncul di API
Data tidak muncul di API
- Perangkat belum mengirim data
- Interval pengiriman belum tercapai
- Periksa status device
- Tunggu hingga siklus pengiriman berikutnya
Data terlambat muncul
Data terlambat muncul
- Jaringan perangkat tidak stabil
- Delay pada proses ingestion
- Periksa konektivitas device
- Validasi timestamp data
Data tidak konsisten
Data tidak konsisten
- Sensor error atau tidak terkalibrasi
- Data duplikat atau missing
- Lakukan kalibrasi sensor
- Validasi data di level aplikasi
API tidak mengembalikan data terbaru
API tidak mengembalikan data terbaru
- Request tidak menggunakan parameter waktu terbaru
- Cache pada client
- Gunakan filter timestamp terbaru
- Disable cache jika diperlukan
Data tidak masuk ke sistem external (Webhook)
Data tidak masuk ke sistem external (Webhook)
- Endpoint tidak dapat diakses (down / timeout)
- URL webhook salah
- Periksa endpoint server Anda
- Validasi URL dan response status (200 OK)
REST API tidak mengembalikan data terbaru
REST API tidak mengembalikan data terbaru
- Polling terlalu cepat sebelum data tersedia
- Parameter waktu tidak sesuai
- Sesuaikan interval polling dengan device
- Gunakan filter timestamp terbaru
Webhook mengirim data duplikat
Webhook mengirim data duplikat
- Retry dari server karena response gagal
- Tidak ada deduplication di client
- Implementasikan idempotency di sisi client
- Simpan unique identifier data
Server client overload karena webhook
Server client overload karena webhook
- Volume data tinggi
- Endpoint tidak scalable
- Gunakan queue system (Kafka, RabbitMQ, dll)
- Tambahkan rate limiting atau buffering
401 Unauthorized
401 Unauthorized
403 Forbidden
403 Forbidden
- API key tidak memiliki akses ke resource
- API key telah dicabut
Request berhasil tapi data kosong
Request berhasil tapi data kosong
- API key tidak memiliki akses ke data tertentu
- Parameter request tidak sesuai
Kredensial bocor atau tidak aman
Kredensial bocor atau tidak aman
- API key tersimpan di frontend
- Repository tidak diamankan
App Dashboard Mertani
Undangan tidak diterima
Undangan tidak diterima
- Email salah atau tidak aktif
- Email masuk ke folder spam
- Periksa kembali alamat email
- Minta pengguna cek folder spam atau promotion
- Kirim ulang undangan jika tersedia
User tidak bisa login setelah invite
User tidak bisa login setelah invite
- Proses aktivasi belum selesai
- Password belum diterima melalui email
- Pastikan pengguna telah membuka link undangan
- Minta pengguna terima undangan
User tidak muncul di daftar pengguna
User tidak muncul di daftar pengguna
- Invite belum diproses sepenuhnya
- Halaman belum diperbarui
- Refresh halaman
- Periksa kembali status undangan
Role tidak sesuai setelah login
Role tidak sesuai setelah login
- Salah memilih role saat invite
- Perubahan belum tersimpan
- Gunakan fitur Assign Role untuk memperbaiki
- Pastikan konfigurasi role benar saat invite
Perubahan tidak tersimpan
Perubahan tidak tersimpan
- Form belum diisi dengan benar
- Validasi sistem gagal
- Pastikan semua field wajib sudah diisi
- Periksa kembali format data
Data tidak berubah setelah disimpan
Data tidak berubah setelah disimpan
- Cache browser belum diperbarui
- Gangguan sinkronisasi
- Refresh halaman
- Coba login ulang jika diperlukan
Tidak bisa mengedit pengguna
Tidak bisa mengedit pengguna
- Tidak memiliki permission yang cukup
- Akun dibatasi oleh sistem
- Gunakan akun dengan akses lebih tinggi
- Periksa kebijakan sistem terkait akses edit
Nomor HP tidak valid
Nomor HP tidak valid
- Format nomor tidak sesuai
- Mengandung karakter yang tidak diperbolehkan
- Gunakan format nomor yang benar (angka saja atau sesuai standar sistem)
- Hindari spasi atau simbol tambahan
User tidak melihat device apapun
User tidak melihat device apapun
- Tidak ada device yang dipilih saat konfigurasi
- Edit kembali akses device
- Pastikan minimal satu device dipilih
Device tidak muncul di daftar pilihan
Device tidak muncul di daftar pilihan
- Device belum terdaftar dalam sistem
- Device berada di instansi berbeda
- Pastikan device sudah dibuat dan aktif
- Periksa kembali scope instansi
Perubahan tidak terlihat di dashboard
Perubahan tidak terlihat di dashboard
- Cache browser belum diperbarui
- Session belum sinkron
- Refresh halaman
- Logout dan login kembali jika diperlukan
User masih bisa akses device lain
User masih bisa akses device lain
- Pembatasan belum tersimpan dengan benar
- Ada konflik dengan konfigurasi lain
- Ulangi proses dan pastikan klik simpan
- Validasi kembali konfigurasi akses user
Role tidak muncul saat assign user?
Role tidak muncul saat assign user?
- Pastikan role sudah berhasil disimpan
- Refresh halaman atau reload sistem
Role tidak memiliki akses?
Role tidak memiliki akses?
- Pastikan permission sudah dikonfigurasi
- Periksa apakah ada override dari sistem lain
Gagal membuat role?
Gagal membuat role?
- Pastikan nama role tidak duplikat
- Periksa koneksi atau validasi input
Tidak bisa mengubah nama role
Tidak bisa mengubah nama role
- Role merupakan role default atau dilindungi sistem
- Anda tidak memiliki permission yang cukup
- Gunakan akun dengan akses lebih tinggi
- Periksa apakah role termasuk protected role
Nama role tidak bisa disimpan
Nama role tidak bisa disimpan
- Nama role sudah digunakan (duplikat)
- Input tidak valid (kosong atau karakter tidak diperbolehkan)
- Gunakan nama yang unik
- Pastikan format nama sesuai aturan sistem
Perubahan tidak terlihat
Perubahan tidak terlihat
- Cache browser belum diperbarui
- Sinkronisasi data tertunda
- Refresh halaman
- Logout dan login kembali jika diperlukan
User bingung dengan perubahan nama role
User bingung dengan perubahan nama role
- Tidak ada komunikasi perubahan
- Nama baru tidak cukup jelas
- Informasikan perubahan kepada pengguna terkait
- Gunakan nama yang lebih deskriptif dan familiar
Perubahan tidak terlihat?
Perubahan tidak terlihat?
- Pastikan halaman telah di-refresh
- Periksa apakah cache browser mempengaruhi tampilan
Akses pengguna tidak sesuai setelah perubahan?
Akses pengguna tidak sesuai setelah perubahan?
- Validasi kembali konfigurasi permission pada role
- Pastikan tidak ada konflik konfigurasi
Tidak bisa mengubah role?
Tidak bisa mengubah role?
- Periksa apakah Anda memiliki permission yang cukup
- Pastikan role tujuan tidak dibatasi oleh sistem
Tidak bisa menghapus role
Tidak bisa menghapus role
- Role masih digunakan oleh satu atau lebih pengguna
- Role termasuk role default sistem
- Pindahkan semua pengguna ke role lain melalui fitur Assign Role
- Pastikan role bukan bagian dari role bawaan sistem
Role tidak muncul dalam daftar
Role tidak muncul dalam daftar
- Data belum ter-refresh
- Role sudah dihapus sebelumnya
- Refresh halaman
- Periksa kembali dengan filter atau pencarian
Aksi hapus tidak tersedia
Aksi hapus tidak tersedia
- Anda tidak memiliki permission untuk menghapus role
- Role dilindungi oleh sistem (protected role)
- Gunakan akun dengan akses lebih tinggi (misalnya Admin)
- Periksa kebijakan sistem terkait role yang tidak bisa dimodifikasi
Terjadi kesalahan saat konfirmasi
Terjadi kesalahan saat konfirmasi
- Gangguan koneksi
- Validasi sistem gagal
- Coba ulangi proses beberapa saat kemudian
- Pastikan koneksi stabil
User tidak bisa mengakses fitur tertentu
User tidak bisa mengakses fitur tertentu
- Permission belum diberikan pada role
- Role yang digunakan tidak sesuai
- Periksa dan tambahkan permission yang diperlukan
- Validasi role pengguna
Aksi ditolak meskipun tombol tersedia
Aksi ditolak meskipun tombol tersedia
- UI menampilkan tombol, tetapi permission backend tidak mengizinkan
- Periksa konfigurasi permission di sistem
- Pastikan aksi yang dipilih sudah diaktifkan
Perubahan permission tidak terlihat
Perubahan permission tidak terlihat
- Cache browser belum diperbarui
- Sinkronisasi session belum terjadi
- Refresh halaman
- Logout dan login kembali jika diperlukan
Semua user dalam role terkena dampak perubahan
Semua user dalam role terkena dampak perubahan
- Permission berlaku global untuk role
- Buat role baru jika membutuhkan variasi akses
- Hindari perubahan langsung pada role yang digunakan banyak user
Kenapa hasil kalibrasi tidak berubah setelah saya simpan?
Kenapa hasil kalibrasi tidak berubah setelah saya simpan?
- Kalibrasi hanya berlaku untuk data baru, bukan data historis
- Tidak ada data baru yang masuk setelah kalibrasi disimpan
- Rumus tidak valid sehingga tidak dieksekusi
- Pastikan device mengirim data terbaru
- Cek timestamp data terakhir
- Periksa kembali rumus (hindari typo atau format salah)
Kenapa nilai hasil kalibrasi menjadi 0 atau null?
Kenapa nilai hasil kalibrasi menjadi 0 atau null?
- Rumus menghasilkan nilai tidak valid (misalnya pembagian dengan 0)
- Referensi parameter [parameter] tidak ditemukan
- Dataset tidak mengembalikan nilai (lookup gagal)
- Validasi rumus secara manual
- Pastikan ID sensor atau parameter benar
- Pastikan dataset memiliki range nilai yang sesuai dengan input
Kenapa muncul error saat input rumus kalibrasi?
Kenapa muncul error saat input rumus kalibrasi?
- Salah syntax (contoh: x + tanpa nilai lanjutan)
- Salah operator (misalnya ^ вместо **)
- Fungsi tidak didukung atau salah format
- Gunakan operator yang didukung (+ - * / **)
- Pastikan semua tanda kurung seimbang
- Gunakan fungsi sesuai dokumentasi (contoh: sqrt(x))
Kenapa parameter lain tidak bisa dipanggil dengan [parameter]?
Kenapa parameter lain tidak bisa dipanggil dengan [parameter]?
- ID sensor salah atau tidak ada di device yang sama
- Penulisan tidak sesuai format ([id_sensor])
- Sensor belum memiliki data
- Pastikan ID sensor benar (case-sensitive)
- Gunakan fitur = untuk memilih parameter otomatis
- Pastikan sensor referensi aktif dan mengirim data
Kenapa hasil DATASET() tidak sesuai atau kosong?
Kenapa hasil DATASET() tidak sesuai atau kosong?
- Slug dataset salah
- Kolom output tidak ditemukan
- Nilai input tidak ada dalam range dataset
- Periksa slug dataset sesuai yang disimpan
- Pastikan nama kolom output benar
- Pastikan dataset mencakup seluruh range nilai input (interpolasi jika perlu)
Kenapa hasil kalibrasi terlihat tidak masuk akal (terlalu besar/kecil)?
Kenapa hasil kalibrasi terlihat tidak masuk akal (terlalu besar/kecil)?
- Salah konversi unit (cm ke m, dll)
- Kesalahan dalam rumus (misalnya urutan operasi)
- Referensi parameter yang tidak sesuai
- Validasi dengan perhitungan manual
- Cek kembali unit sebelum dan sesudah kalibrasi
- Gunakan nilai sample untuk testing
Kenapa grafik dan dashboard tidak sesuai dengan raw data?
Kenapa grafik dan dashboard tidak sesuai dengan raw data?
- Sistem menggunakan Sintetik Data (hasil kalibrasi) untuk:
- Dashboard
- Grafik
- Laporan
- Sedangkan Raw Data hanya sebagai referensi
- Bandingkan raw vs sintetik melalui unduh data untuk validasi
- Pastikan rumus kalibrasi sudah benar
Kenapa perubahan units tidak berpengaruh pada nilai?
Kenapa perubahan units tidak berpengaruh pada nilai?
- Units hanya label, tidak mengubah nilai
- Nilai berubah hanya jika rumus kalibrasi diubah
- cm → m harus menggunakan x/100
- lalu update unit menjadi meter
Kenapa sensor turunan (virtual parameter) tidak muncul di sistem?
Kenapa sensor turunan (virtual parameter) tidak muncul di sistem?
- Kalibrasi belum disimpan
- Parameter tidak digunakan di dashboard
- Tidak ada data masuk
- Klik Simpan setelah input rumus
- Pastikan parameter digunakan di tampilan
- Tunggu data baru masuk
Bagaimana cara memastikan rumus kalibrasi sudah benar sebelum digunakan?
Bagaimana cara memastikan rumus kalibrasi sudah benar sebelum digunakan?
- Uji dengan sample data manual
- Gunakan nilai sederhana terlebih dahulu (misal x/100)
- Bandingkan hasil dengan perhitungan di luar sistem
- Hindari langsung menggunakan rumus kompleks tanpa validasi
- Bangun rumus secara bertahap
Apakah sensor turunan (virtual sensor) dapat digunakan sebagai faktor kalibrasi?
Apakah sensor turunan (virtual sensor) dapat digunakan sebagai faktor kalibrasi?
TidakParameter turunan (virtual sensor) tidak dapat digunakan sebagai faktor kalibrasi kembali.Tips:- Hindari menggunakan parameter turunan sebagai faktor kalibrasi.
- Lakukan kalibrasi yang sama untuk mendapat nilai dari parameter turunan, kemudian kalibrasikan perhitungan tersebut.
- Water level:
120-x - Debit (virtual sensor):
[water_level]*[velocity] - Virtual sensor x:
[debit]*10-> tidak boleh akan error.
Apakah format file dataset harus CSV?
Apakah format file dataset harus CSV?
- Pastikan file berekstensi
.csv - Jika dari Excel, gunakan Export → CSV
Apakah kolom pertama wajib digunakan sebagai referensi?
Apakah kolom pertama wajib digunakan sebagai referensi?
- Sistem akan mencocokkan nilai sensor ke kolom pertama
- Kolom lain hanya digunakan sebagai output
- Lookup akan menghasilkan nilai yang tidak akurat atau kosong
Apakah baris pertama harus header?
Apakah baris pertama harus header?
- Header digunakan sebagai identifier kolom output dalam fungsi
DATASET() - Tanpa header, sistem tidak dapat mengenali kolom hasil
Kenapa dataset tidak terbaca setelah upload?
Kenapa dataset tidak terbaca setelah upload?
- Format file bukan CSV
- Tidak ada header di baris pertama
- Struktur kolom tidak sesuai
- File corrupt atau encoding tidak valid
- Pastikan format CSV valid
- Gunakan delimiter koma (,)
- Pastikan file dapat dibuka di editor teks
Kenapa hasil DATASET() kosong atau null?
Kenapa hasil DATASET() kosong atau null?
- Nilai input tidak ditemukan dalam kolom referensi
- Slug dataset salah
- Nama kolom output tidak sesuai header
- Pastikan nilai input berada dalam range dataset
- Periksa slug dataset
- Gunakan nama kolom output sesuai header (case-sensitive)
Apakah nilai pada kolom referensi harus berurutan?
Apakah nilai pada kolom referensi harus berurutan?
Sangat disarankan.Penjelasan:- Data yang terurut mempermudah proses lookup
- Mengurangi risiko hasil tidak akurat
- Urutkan data secara konsisten (ascending atau descending)
Apakah boleh ada nilai duplikat pada kolom referensi?
Apakah boleh ada nilai duplikat pada kolom referensi?
Tidak disarankan.Dampak:- Sistem dapat menghasilkan output yang tidak konsisten
- Lookup menjadi ambigu
- Pastikan setiap nilai referensi unik
Apakah dataset mendukung interpolasi otomatis?
Apakah dataset mendukung interpolasi otomatis?
Tidak selalu.Penjelasan:- Sistem melakukan lookup berdasarkan nilai yang tersedia
- Jika nilai tidak ditemukan secara langsung, hasil bisa kosong atau tidak akurat
- Gunakan interval data yang lebih rapat
- Tambahkan nilai di antara (intermediate values) jika diperlukan
Apakah satu dataset bisa memiliki banyak kolom output?
Apakah satu dataset bisa memiliki banyak kolom output?
Ya.Contoh:water_level,area,volume,flowPenggunaan:- DATASET(“slug”, x, “area”)
- DATASET(“slug”, x, “volume”)
Kenapa upload dataset gagal atau error?
Kenapa upload dataset gagal atau error?
- File terlalu besar
- Format tidak sesuai
- Header kosong atau duplikat
- Encoding tidak standar (bukan UTF-8)
- Gunakan CSV dengan encoding UTF-8
- Pastikan header unik dan tidak kosong
- Periksa batas ukuran file
Apakah perubahan dataset mempengaruhi data lama?
Apakah perubahan dataset mempengaruhi data lama?
Tidak.Penjelasan:- Dataset hanya berlaku untuk data setelah konfigurasi disimpan
- Data historis tidak akan berubah
Bagaimana cara memastikan dataset sudah benar sebelum digunakan?
Bagaimana cara memastikan dataset sudah benar sebelum digunakan?
- Kolom pertama = referensi (input)
- Baris pertama = header
- Tidak ada nilai kosong di kolom referensi
- Range data mencakup nilai sensor
- Tidak ada duplikasi nilai referensi
- Uji dengan beberapa nilai sample
- Bandingkan hasil manual dengan hasil sistem
Device Status
🔴 Device Offline
🔴 Device Offline
Kemungkinan Penyebab
- Device mati
- Kehabisan daya
- Gangguan jaringan
- SIM card tidak aktif
- Modem bermasalah
Langkah Pengecekan
- Pastikan device dalam kondisi menyala
- Periksa sumber daya / baterai
- Verifikasi koneksi internet
- Cek kualitas sinyal modem
- Restart device apabila diperlukan
Rekomendasi
Jika device tetap offline lebih dari 24 jam, lakukan pengecekan lapangan.🟡 Device Delay
🟡 Device Delay