Documentation Index
Fetch the complete documentation index at: https://test-docs.mertani.com/llms.txt
Use this file to discover all available pages before exploring further.
Overview
Mertani menyediakan dua metode utama untuk integrasi data, yang dirancang untuk kebutuhan konsumsi data yang berbeda:REST API (Pull-Based)→ Client mengambil data dari MertaniWebhook API (Push-Based)→ Mertani mengirim data ke client
Alur utama:
1. REST API (Pull-Based)
Pada metode ini, client secara aktif mengambil data dari server Mertani melalui endpoint API.

Cara Kerja
- Client mengirim request ke endpoint API
- Backend membaca data dari database
- Data dikembalikan dalam format JSON
Karakteristik
- Request-based (GET)
- Bersifat
pull(client yang mengontrol pengambilan data) - Mendukung
data historis dan agregasi - Tidak real-time (tergantung interval polling)
Use Case
- Dashboard monitoring
- Data analytics
- Reporting
- Integrasi BI tools
2. Webhook API (Push-Based)
Pada metode ini, Mertani akan secara otomatis mengirim data ke endpoint milik client setiap kali ada data baru.



Cara Kerja
- Device mengirim data ke backend
- Backend memproses data
- Backend melakukan HTTP
POSTke endpoint client - Client menerima data secara langsung
Karakteristik
Event-driven (POST)- Bersifat
push(server yang mengirim data) - Mendukung
real-time data streaming - Tidak memerlukan polling
Use Case
- Sistem notifikasi / alerting
- Monitoring real-time
- Integrasi event-driven system
- Automation pipeline
Perbandingan REST API vs Webhook
| Feature | REST API | Webhook API |
|---|---|---|
| Model | Pull | Push |
| Trigger | Client request | Event dari sistem |
| Real-time | Tidak langsung | Ya |
| Beban Server | Di client | Di server penerima |
| Kompleksitas | Lebih sederhana | Perlu endpoint publik |
| Use Case | Dashboard, report | Alerting, automation |
Behavior Sistem
- Kedua metode membaca data dari sumber yang sama (
database Mertani) - REST API tidak pernah mengambil data langsung dari device
- Webhook hanya aktif jika dikonfigurasi
- Data yang dikirim mengikuti interval dari device
REST API dan Webhook dapat digunakan bersamaan untuk kebutuhan yang berbeda, misalnya dashboard menggunakan REST API dan alert system menggunakan Webhook.
Best Practice Integrasi
Untuk implementasi optimal:REST API
- Gunakan parameter
timestamp filteruntuk efisiensi - Hindari polling terlalu sering
- Gunakan caching untuk performa
Webhook
- Pastikan endpoint memiliki
high availability - Implementasikan retry mechanism
- Validasi request (signature/token) untuk keamanan