Fitur Create Role digunakan untuk membuat peran baru dalam sistem yang akan digunakan sebagai dasar pengelompokan akses pengguna.Documentation Index
Fetch the complete documentation index at: https://test-docs.mertani.com/llms.txt
Use this file to discover all available pages before exploring further.
Setiap role berfungsi sebagai wadah untuk sekumpulan permission yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan operasional.
Fungsi Role
Role menyederhanakan manajemen permission dalam skala besar dengan cara mengelompokkan akses berdasarkan tanggung jawab, bukan per individu pengguna.
Tujuan dan Use Case
Pembuatan role baru biasanya dilakukan dalam kondisi berikut:- Penambahan struktur organisasi baru
- Kebutuhan akses spesifik untuk tim tertentu
- Pemisahan tanggung jawab antar pengguna
- Implementasi kontrol akses berbasis fungsi (RBAC - Role-Based Access Control)
Behavior Sistem
Saat role baru dibuat, sistem akan menerapkan aturan berikut:- Role baru tidak memiliki permission secara default
- Role harus dikonfigurasi lebih lanjut melalui Permission System
- Role dapat langsung digunakan untuk assign ke pengguna, meskipun belum memiliki akses
- Nama role harus unik (tidak boleh duplikat)
- Perubahan atau penghapusan role akan berdampak pada pengguna yang menggunakannya
Disarankan untuk langsung mengatur permission setelah membuat role agar role dapat digunakan secara optimal.
Prasyarat
Sebelum membuat role baru, pastikan:- Anda memiliki akses ke menu manajemen role
- Struktur permission dalam sistem sudah dipahami
- Penamaan role mengikuti standar organisasi (misalnya: Admin, Supervisor, Operator)
Langkah Create Role
Access Role Management Page
Buka menu Instansi → Peran Pengguna untuk mengakses daftar role yang tersedia.
Enter Role Name
Masukkan nama role yang deskriptif dan sesuai dengan fungsi pengguna.Hindari penggunaan nama yang ambigu atau terlalu umum.
Setelah Role Dibuat
Setelah role berhasil dibuat, langkah berikutnya yang direkomendasikan:- Masuk ke menu Permission System
- Pilih role yang baru dibuat
- Tentukan permission yang sesuai
- Simpan konfigurasi
Dampak Penggunaan Role
Role yang telah dibuat dan dikonfigurasi akan:- Mengontrol akses pengguna terhadap menu dan fitur
- Menentukan aksi yang dapat dilakukan (create, read, update, delete)
- Menjadi dasar dalam sistem keamanan dan audit
Best Practice
Untuk memastikan pengelolaan role tetap optimal:- Gunakan penamaan yang konsisten dan deskriptif
- Hindari membuat terlalu banyak role dengan fungsi yang mirip
- Terapkan prinsip least privilege
- Dokumentasikan setiap role dan permission-nya
- Lakukan audit role secara berkala
Note
- Role bersifat fleksibel dan dapat diubah sewaktu-waktu
- Perubahan pada role akan berdampak ke semua pengguna yang menggunakan role tersebut
- Disarankan untuk menghindari perubahan mendadak pada role yang digunakan secara luas